Catatan Selepas Maghrib
Hmmm......
Udah dari dulu ulur ulur hati. Bertindak agar aku pergi, bertindak agar aku kembali. Yah begitulah dia. Yah dia yang pernah selalu mengusik pikiran. Dulu emang aku menganggap dia dihatiku sebagai seseorang yang lebih dan istimewa bagiku, tp sekarang aku hanya menganggap dia sahabat ku. Hanya sahabatku tak lebih dari itu. Bahkan aku sudah berjanji pada hatiku untuk tidak mudah lagi jatuh cinta dan mengungkapkan cinta begitu saja. Aku sendiri heran dengan hati dan jiwa ku. Apakah mereka berkerja sama? Hati memilih dia dan jiwa menyuruh otak berpikir agar menggerakkan anggota tubuhku untuk bergerak mengungkapkan perasaan ku. Cenderung dari dulu, saat pertama kali ku jatuh cinta. Aku tak bisa menahannya seperti kebanyakan perempuan lainnya yang bisa memendam perasaan itu. Aku merasa tertekan jika menahannya. Tapi sekarang aku akan belajar yah belajar agar aku bisa memendam saja semua ini, akan ku pendam saja. Agar baik aku dan orang yang ku suka tidak merasakan sakit dan kecewa lagi. Dan agar aku tak mudah merusak persahabatan yang terjalin. Kembali lagi, Tarik ulur. Seakan menjauhiku meninggalkanku, aku pun menjauh demi kebaikannya. Disaat ku menjauh dan berfikir melupakannya, ia kembali. Iya, dia kembali membawa aura itu. Sungguh dahulu aku tak kuat, namun sekarang aku kuat yah harus kuat. Tak boleh lagi lemah.
Komentar
Posting Komentar